



SNIPER,NEWS COM.SMAN 11 Kota Bengkulu Tuan Rumah Pelatihan Pengembangan Kapasitas Guru PJJ Jenjang Pendidikan Menengah Tahun 2026,PENDIDIKAN JARAK JAUH
Bengkulu – SMAN 11 Kota Bengkulu menjadi tuan rumah kegiatan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Guru Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah Tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa, 21 Juli 2026 hingga Kamis, 23 Juli 2026, dengan tujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyelenggarakan pembelajaran berbasis teknologi yang efektif, inovatif, dan sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan.
Pelatihan tersebut diikuti oleh perwakilan guru SMA dari sembilan kabupaten dan kota di Provinsi Bengkulu. Kehadiran peserta dari


berbagai daerah diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antarpendidik dalam mengembangkan sistem pembelajaran jarak jauh yang berkualitas serta mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital.
Acara dibuka secara resmi dengan dihadiri Kepala SMAN 11 Kota Bengkulu, Hesti Yuliani, S.Pd., M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi informasi sebagai media pembelajaran.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap para guru dapat memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan digital, serta mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik bagi peserta didik. Kompetensi guru harus terus berkembang agar mampu mengikuti perubahan dan kebutuhan pendidikan masa kini,” ujarnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Bengkulu, H. Zulhendri, S.Sos., M.Pd. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak dapat dipisahkan dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya para guru sebagai ujung tombak proses pembelajaran.
Ia menjelaskan bahwa Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) kini bukan sekadar alternatif pembelajaran, melainkan telah menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan modern. Oleh karena itu, guru dituntut memiliki kemampuan dalam mengelola pembelajaran digital, memanfaatkan berbagai platform teknologi, serta menyusun materi pembelajaran yang kreatif dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi yang berkaitan dengan strategi pembelajaran jarak jauh, pemanfaatan media digital, penyusunan perangkat pembelajaran berbasis teknologi, hingga praktik penggunaan aplikasi pendukung proses belajar mengajar. Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi, berbagi pengalaman, serta praktik langsung yang dipandu oleh narasumber berkompeten di bidang pendidikan.
Pelatihan ini didanai melalui anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dari pemerintah pusat di Jakarta sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan mutu pendidikan nasional. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat kapasitas tenaga pendidik agar mampu menghadapi tantangan pembelajaran di era transformasi digital.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, diharapkan seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan keterampilan yang diperoleh di sekolah masing-masing. Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, hasil pelatihan juga diharapkan mampu mendorong terciptanya inovasi pendidikan yang berdampak positif terhadap peningkatan mutu pendidikan menengah di Provinsi Bengkulu.
Melalui kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan para pendidik, pengembangan kompetensi guru diharapkan terus berlanjut sehingga kualitas layanan pendidikan semakin baik dan mampu menghasilkan generasi yang unggul, adaptif, serta siap menghadapi perkembangan zaman.
PEWARTA HERDIANSON ( SONI )
EDITING ZURYA NENTI


